image

Aksi Kamisan, Mari Kembali Merawat Kemanusiaan

Ditulis oleh: Ferdinandus Edison Musi


Sejumlah aktivis reformasi 21 tahun silam tergabung dalam Aksi Kamisan Kaltim ke-95 "Merawat Ingatan, Menolak Lupa" di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kamis, (30/5). Mereka menuntut Cebong dan Kampret yang "Gagal Paham", untuk kembali merawat kemanusiaan dengan memanusiakan manusia sebagai bentuk perdamaian yang nyata bangsa ini.

Beberapa tokoh aktivis peduli kemanusiaan itu dihadirkan. Untuk memantik diskusi Kamisan ada Azman Aziz dari "Forum Pelangi Kalitim", Mukti Ali Aziz "Kawal Borneo Foundation", dan Yustinus Sapto Hardjanto dari "Penggiat SeSuKaMu".

Untuk Deklamator Puisi oleh Herdian Hamzah "Dosen Fakultas Hukum Unmul", Alif Abdi Rakjat (Putra Herdi Hamzah) dan Roedy Haryono Widjono AMZ dari "Nomaden Institute Cross Cultural Studies".

Banyak pandangan yang dikemukakan dalam diskusi, salah satunya menyoalkan bangsa Indonesia yang saat ini digempur oleh konflik vertikal antara pejabat dengan rakyat, atau konflik horizontal antar rakyat dengan rakyat. Selain itu, yang juga sangat memprihatinkan adalah Agama yang ditunggangi oleh kepentingan politik.

Problem lain adalah derasnya arus informasi hoax dan fitnah di sosial media. Penyebabnya tak lain yaitu persaingan politik. Bahkan berdampak pada generasi millenial yang terprovokasi oleh hoax melalui informasi yang mereka terima.

Terlebih lagi dengan situasi politik pada era sekarang ini sangat erat kaitanya mengenai suatu cara menguasai sesuatu atau mempertahankan kekuasaannya terhadap ancaman-ancaman yang timbul dari pihak-pihak oposisi.

Padahal politik juga memiliki arti usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai kesejahteraan, mewujudkan kebaikan bersama dan juga mengelola sistem pemerintahan yang sesuai dengan cita-cita dari negara.

Namun residu polarisasi politik yang baru saja usai terus memayungi kehidupan bersama bahkan cenderung sudah mulai merambat ke upaya pembelahan NKRI.

Yustinus Sapto Hardjanto berpendapat tak ada jalan lain, selain kembali kepada Kemanusiaan sebagai salah satu jalan untuk menyatukan langkah membangun kehidupan bangsa yang lebih baik dan harmoni. 




Komentar

  • Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar