image

Debat Capres-Cawapres Menampakkan Peradaban & Budaya Bangsa Serta Kearifan Politik Berwawasan Nusantara

Debat antar-pasangan calon Presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum mengusung berbagai tema, yang dirancang secara matang oleh panelis profesional sesuai bidang keahliannya. Debat pertama, dihadapkan pada isu hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Debat kedua membahas isu energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Debat ketiga, mengelaborasi tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. Debat keempat mengelaborasi tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional, dan debat kelima, membahas tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan serta industri. Dari sekian tema yang dibahas dalam debat, setiap pasangan Calon Presiden Dan Wakil Presiden memiliki persamaan dan perbedaan sudut pandang, bahkan antar-pasangan calon presiden saling men-share-kan pengalamannya dalam menghadapi berbagai isu negatif dan cara menanggapi isu yang dihembuskan tersebut. Tentu semua perbedaan dan persamaan sudut pandang tersebut, membantu untuk mampu mentransformasikan pemilih untuk lebih terukur dan bertanggungjawab ketika menjatuhkan pilihan.

Tema-tema dan isu yang dibahas dalam debat tersebut di atas berkaitan dengan berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menata kehidupan bersama.  Sebagai putera-puteri bangsa tentu kita lebih bijak dan arif dalam menanggapi berbagai isu politik sesuai dengan persepsi kita atau sudut pandang kita. Kita juga harus mampu merespon dengan cerdas, tepat, dan bijaksana berbagai isu-isu politik yang berkembang saat ini. Sesungguhnya kita bersyukur kepada Tuhan karena kita telah meletakan dan menggunakan Pancasila secara benar sebagai falsafah, dasar negara dan ideologi bangsa serta menjadi sumber pencerahan, sumber inspirasi, dan sekaligus sumber solusi atas isu-isu politik yang berkembang saat ini.

Saya ingin menyampaikan pikiran ini, dalam kapasitas saya sebagai anak bangsa, sebagaimana saudara sekalian, yang pasti peduli akan nasib dan masa depan kita, peduli pada arah perjalanan bangsa dan peduli bagaimana kita membangun kerangkah kehidupan bernegara yang sehat dan konstruktif. Saya ingin mengajak kita semua sebagai anak bangsa untuk berusaha mengembangkan kearifan dalam berpolitik. Kearifan politik (political wisdom) yang saya maksud bukan untuk menyamakan sudut pandang atau membedakan sudut pandang yang diusung dalam debat tersebut, tetapi membiarkan perbedaan pandangan dan persamaan tersebut apa adanya karena biar berbeda sudut pandang dalam melihat suatu tema tetapi kita tetap satu sebagai anak bangsa yang hidup berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Perbedaan pandangan putera terbaik bangsa mengenai tema debat tertentu kalau saling melengkapi akan melahirkan sudut pandang bersama dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara yang kokoh dan kuat. Oleh sebab itu, siapapun yang terpilih sebagai Presiden tidak perlu menyombongkan diri tetapi melihat ke bawa dan bersyukur ke atas karena yang memilih dia adalah Dia yang di atas yang berkarya di dalam hati orang yang memilihnya serta merangkum lawan politik yang kebetulan belum mendapat kesempatan untuk menang.

Kita boleh saja berjalan di jalan masing-masing sesuai dengan pandangan politik kita atau pilihan politik kita dan hal itu adalah suatu kewajaran dalam suatu negara demokrasi seperti negara yang kita cintai ini, tapi yang harus kita ingat bahwa jalan yang benar bukan hanya jalan milik kita. Ada dua cara untuk menumbuhkan kearifan dalam berpolitik. Pertama, dengan banyak belajar dan banyak membaca, terutama teori-teori dan strategi politik baik yang diajarkan para filosof maupun yang pernah dipraktikkan tokoh-tokoh yang sukses dalam berpolitik sebagaimana ditunjukkan dalam debat Calon Presiden Dan Wakil Presiden. Dengan banyak belajar dan membaca kita akan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kelebihan dan kekurangan setiap teori dan strategi politik. Yang lebih penting kita akan mengetahui bahwa setiap teori dan strategi itu tidak berada di ruang hampa yang statis. Artinya, akan meniscayakan perbedaan pada saat pelakunya berada pada saat dan situasi yang berbeda.

Kedua, dengan cara memperluas pergaulan, mengikis keengganan membuka hubungan persahabatan, bahkan dengan lawan politik sekalipun sebagimana mana yang ditampakkan dalam debat antara Calon Presiden Dan Debat Calon Wakil Presiden. Dengan cara inilah kita bisa lebih memahami mengapa ada atau mungkin banyak orang yang berbeda haluan politik dengan kita. Dengan cara menjalin persahabatan, bukan tidak mungkin lawan politik pun akhirnya akan bergabung dan berada satu barisan dengan kita. Nelson Mandela, pemimpin Afrika Selatan mengatakan, If you want to make peace with your enemy, you have to work with your enemy. Then he becomes your partner.

Di tengah suhu politik yang kian menghangat, kearifan berpolitik menjadi keniscayaan agar suasana hati tetap adem-ayem walau cuacanya panas. Kearifan politik yang berwawasan nusantara terus menerus kita pupuk agar kompetensi politik berjalan elegan sesuai dengan prinsip-prinsip moral dan etika politik yang harus ditaati oleh semua pihak yang berkepentingan demi budaya dan peradaban bangsa yang berwawasan nusantara yang berlandaskan pancasila dan UUD 45. Memupuk kearifan politik menjadi tugas kita semua sebagai anak bangsa yang lahir dari kandungan ibu pertiwi.

Kearifan dalam berpolitik adalah sikap yang proporsional dalam batas-batas tertentu. Antara kerifan dan ketegasan bukan sikap yang saling menafikan, tetapi bisa menjadi kombinasi yang sangat konstruktif. Kearifan membutuhkan ketegasan yang proporsional misalnya dalam hal penegakan hukum untuk menjamin pelaksanaan prinsip keadilan. Kearifan politik yang sesuai dengan wawasan nusantara yang bisa kita pupuk dengan cara menjaga sikap dan tutur kata yang sopan sebagaimana ditunjukkan oleh calon Presiden Dan Calon Wakil Presiden kita: Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi. Sebagai putera-puteri bangsa kita boleh berbangga hati karena memiliki putera-putera terbaik bangsa, yang saling mengakui kelebihan dan kekurangan, yang saling membagi beban sebagaimana ditunjukkan dalam bebepa sesi debat.

Tentunya kewajiban kita semua sebagai anak bangsa memaknai konstelasi politik dengan melibatkan dan menginternalisasikan keluhuran nilai dalam mengelola kehidupan bersama berbangsa dan bernegara berdasarkan prinsip etika, keadilan, toleransi, dan kebersamaan dalam satu komunitas basis manusiawi di manapun kita berada.  Kita adalah saudara sebangsa yang tidak bisa digantikan oleh kepentingan apapun. Dengan kata lain menjadi kewajiban bersama untuk mewujudkan kearifan dalam berpolitik untuk menjamin tetap kokohnya kebersamaan kita sebagai bangsa di tengah kebhinekaan dalam rangka membangun keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah Nasional yang merupakan esensi dari wawasan nusantara berdasarkan Pancasila dan UUD 45, yang merupakan landasan untuk melanjutkan kehidupan bernegara kita menuju cita-cita kebangsaan.

Oleh sebab itu, sikap dan perilaku, paham serta semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi yang merupakan identitas atau jati diri bangsa Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh Calon Presiden Dan Calon Wakil Presiden kita dalam setiap tema debat dalam rangka menata kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila.

Pancasila sebagai dasar negara memiliki fungsi yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa berarti Pancasila sebagai cita-cita moral, sebagai pedoman, pegangan atau kekuatan rohaniah bangsa Indonesia dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia berarti Pancasila memberikan corak khas kepada bangsa Indonesia yang tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia, serta sebagai pembeda dengan bangsa yang lain.

Pancasila sebagai keperibadian bangsa Indonesia artinya Pancasila sebagai ciri, sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia, sebagai pedoman dan pegangan pembangunan bangsa dan negara agar berdiri dengan kokoh. Pancasila merupakan perjanjian luhur yang telah disepakati secara nasional sebagai dasar negara. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber tertib hukum dan cita-cita serta tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia dan pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Implementasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam membangun kearifan berpolitik sebagaimana ditunjukan oleh Calon Presiden Dan Calon Wakil Presiden kita merupakan suatu keharusan bagi anak bangsa dalam menata kehidupan bersama sebagai saudara sebangsa dan setanah air Indonesia. Dengan demikian kita menjadi figur kehidupan dalam membangun kearifan berpolitik dalam menata kehidupan bersama.


Nikolaus Anggal, M.Pd

Dosen Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda Samarinda - Kalimantan Timur

Komentar

  • Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar