image

Hari Kartini di Kampus STKPK Bina Insan

Dalam rangka memperingati HariKartini, Mahasiswa Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik (STKPK) Bina InsanKeuskupan Agung Samarinda mengadakan kegiatan perlombaan di Kampus STKPK padaSabtu, 21/4.

Perlombaan-perlombaan yangdiadakan adalah Lomba Puisi Kartini, Doodle Art Kartini,Akustik Kartini, Tata Rias Kartini, dan Tata Boga Ala Kartini. Kegiatan inimerupakan salah satu wujud apresiasi mahasiswa untuk mengenang jasa pahlawankebangsaan yakni R.A. (Raden Ajeng) Kartini.

Pada acara pembukaan, Ketua STKPKBina Insan Pastor Wilfridus Samdirgawijaya, Lic.Mis., dalam sambutannyamengajak seluruh mahasiswa untuk menghayati semangat perjuangan R.A. Kartinidalam semangat pelayanan sebagai seorang calon katekis dan guru agama.

Dengan mengutip kata-kata R.A.Kartini, karena kami yakin pengaruh pendidikan besar bagi para wanita, agarwanita lebih cakap melakukan kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalamtangannya menjadi Ibu Pendidik manusia yang pertama-tama. Oleh karena itu iamenekankan betapa pentingnya pendidikan di era modern ini.

Lebih lanjut, Pastor asal Samarinda, 12 Oktober 1972 ini menambahkan bahwapendidikan itu senantiasa diberikan kepada siapa pun, tidak melihat siapapundia, baik laki-laki atau pun perempuan, baik kaya maupun miskin, karena tentusaja pendidikan itu diperuntukkan bagi semua manusia, dan pendidikan itu sudahdimulai sejak dari kita dilahirkan melalui pendidikan yang diberikan oleh Ibukita.

Satu hal yang penting kita petikbersama dari R.A Kartini bahwa semangat yang diberikan Kartini, bukan hanyasemangat kesetaraan gender, bukan hanya pria dan wanita diperlakukan sama,bukan hanya bahwa mengajarkan agar wanita-wanita dapat menjadi wanita karier,supaya semua jadi profesor-profesor, dan lupa cara merawat suami, lupa caramerawat anak, lupa merawat rumah, tutur Pastor lulusan Seminari Tinggi(STFT) Malang 1992-1996 itu.

Kartini mengajarkan supaya parawanita sungguh-sungguh cakap melakukan kewajiban yang diserahkan alam sendirikepada mereka. Ia pun berpesan, khususnya bagi kita semua sebagai calonpendidik iman, mulai dari orang tua, dewasa, orang muda, remaja, anak-anak,bahkan balita harus diperlakukan sama untuk pendidikan iman, karena kita adalahpendidik iman.

Semangat Kartini adalah semangatpendidikan, terutama bagi mahasiswa STKPK Bina Insan, Kartini menjadi SantaPendidikan bagi kaumnya, yang masih relevan hingga sekarang ini. Karena semakinbaik pendidikan yang diterima oleh mahasiswa, semakin meningkat pula kualitaspendidikan mereka, sehingga mereka dapat mengajarkan hal yang baik dan benar,dan sungguh-sungguh memiliki arti bagi kehidupan manusia.

Itulah semangat yang di hayatioleh mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Kartini 2018 yang juga bertepatandengan Minggu Panggilan Katekis. Dengan mengangkat tema: MeningkatkanKualitas Pemberdayaan Perempuan Dengan Semangat Kartini, mahasiswa-mahasiswaSTKPK Bina Insan mengajak semua kalangan untuk menghormati peran kaumperempuan.

Karena banyak orang lupa denganjasa seorang perempuan yang disimbolkan oleh Ibu Kartini. Kata Habis gelap,terbilah terang adalah kata yang populer di hari Kartini. Kata ini dapatdimaknai sebagai pembawa pelita pencerahan. Dimana ada sebuah transformasi darigelap ke terang, namun bisa juga dimaknai sebagai transformasi yang darikebodohan ke kecerdasan.

Namun kata tersebut lebih dikenaljuga sebagai emansipasi, khususnya berkenaan dengan posisi kaum perempuan.Seperti kemerdekaan perempuan akan merupakan buah dari penderitaan dankepedihan kami, tulis Kartini dalam sepucuk surat tertanggal 1 Agustus 1903.

Gagasan R.A Kartini sungguhmenginspirasi kaum perempuan dan bertekad untuk melanjutkan cita-citanya. Untukmengapresiasi hal ini, Mahasiswa STKPK Bina Insan berpartisipasi dalamkegiatan-kegiatan lomba yang diadakan. Kegiatan ini juga merupakan upayauntuk meningkatkan rasa persaudaraan baik antar sesama mahasiswa, maupunseluruh sivitas akademika STKPK Bina Insan Samarinda.

LorensiusAmon

 

Komentar

  • Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar