image

Tuhan Yesus Naik ke Surga: Kecemasan Berubah Menjadi Kegembiraan dan Harapan

Ditulis oleh: Stepanus Lugan
30 Mei 2019

Pada hari ini seluruh umat Katolik merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan, ini berarti pertanda empat puluh hari setelah Paskah. Maka untuk merenungkan peristiwa yang sungguh mengagungkan ini Gereja menyuguhkan bacaan-bacaan Kitab Suci, mulai dari bacaan pertama yang mengisahkan para murid melihat Yesus terangkat ke surga (Kis 1:1-11); bacaan kedua tentang Allah yang mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya dalam surga (Ef 1:17-23), dan bacaan Injil secara khusus mengisahkan tentang Yesus memberkati murid-murid-Nya, kemudian Ia naik ke surga (Luk 24:46-53).

Tahukah kita, bahwa kenaikan Yesus ke surga adalah suatu penyadaran akan panggilan hidup kita untuk meneruskan karya pewartaan-Nya yakni mewartakan kegembiraan dan perdamaian surgawi, yang diberikan oleh Yesus kepada setiap orang yang ingin diselamatkan. Inilah makna kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus.

Jika demikian, berarti betapa mulia dan mengagumkan makna kenaikan Yesus ke surga. Maka kita harus meyakini bahwa Ia tidak pernah berhenti untuk selalu ada beserta kita. Karena kita ini sesungguhnya adalah orang-orang yang lemah dan banyak kekurangannya, yakni kekurangan percaya pada diri sendiri. Sehingga malaikat-malaikat berkata: "Mengapa  kamu berdiri melihat ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan datang kembali"

Gambar: www.findshepherd.com
Kecemasan Berubah Menjadi Harapan dan Sukacita
Seperti kita ketahui, bahkan mungkin pernah kita alami bahwa orang akan gelisah, apabila harus menunggu sesuatu dan kali ini Yesus menyuruh para murid untuk menunggu, menantikan janji Bapa.

Para murid bertanya tentang pemulihan kerajaan bagi Israel, dan Yesus menjawab mereka, bahwa tidak perlu mengerti tentang masa dan waktu, kenapa? Karena merisaukan dan mempersoalkan hal-hal yang kita anggap penting, menurut penghitungan dunia. Tetapi Tuhan, yang menguasai masa dan waktu, dunia dan keabadian kekal.

Sehingga Yesus memilih mengatakan dan memberikan yang paling penting dari segala dan akan menentukan perjalanan hidup selanjut kita selanjutnya yakni Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atasmu. Kita merisaukan banyak hal yang tidak perlu, tetapi Tuhan memberikan suatu yang perlu dan menentukan kita ke jalannya.

Inti dari peristiwa kenaikan Tuhan ini adalah perpisahan yang meninggalkan berkat, dan rasa sukacita yang meliputi semua orang. Tangan yang diangkat, awan yang menutupi itu melambangkan perpisahan sekaligus janji kelangsungan berkat penyertaan.

Yesus telah naik ke surga, kita tidak perlu tetap terpaku memandang ke langit, karena ada waktu kenaikan ke surga, dan akan ada waktu kedatangan kembali pada akhir zaman.

Di antara dua waktu itu kita harus melaksanakan pesan Yesus melalui tugas perutusan kita masing-masing. Waktu untuk menyesal, menangis, dan meratap tidak ada, dan memang tidak pada tempatnya. Perpisahan Yesus dengan para murid sejatinya untuk mendatangkan karunia dan turunnya kuasa yakni Roh Kudus utusan Bapa dan Putra.

Doa

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami bersorak-sorai karena sukacita yang suci dan dengan gembira mengucap syukur. Sebab dalam diri Kristus yang naik ke surga kami ditinggikan, dan sebagai anggota Tubuh-Nya kami pun berharap akan turut serta dalam kemuliaan Kristus, Kepala Gereja, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.  Amin.

Komentar

  • Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar