Sejarah

Gereja Katolik dalam sejarah kehadirannya di Indonesia telah terlibat dalam karya pembangunan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang lebih adil dan beradab. Keterlibatan Gereja dalam karya pembangunan, terungkap secara nyata dalam pertemuan Forum Konsultatif Tokoh Masyarakat Katolik Provinsi Gerejawi Samarinda, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Keuskupan Agung Samarinda, pada 11-13 September 2009, di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan.

Pertemuan Forum Konsultatif Tokoh Masyarakat Katolik tersebut telah menghasilkan komitmen pastoral sebagai wujud panggilan untuk bertindak dalam menanggapi keprihatinan sosial Gereja. Salah satunya adalah komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan Katolik yang relevan serta bermutu untuk mengembangkan profesionalisme serta moralitas, dengan mengutamakan pendidikan kejuruan sebagai upaya kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Komitmen tersebut terkait dengan kebutuhan mendesak untuk mengupayakan pendirian Universitas Katolik atau Sekolah Tinggi Pastoral di wilayah Provinsi Gerejawi Keuskupan Agung Samarinda, Kalimatan Timur.

Seiring dengan wacana pendirian Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral, pada Rapat Kerja Keuskupan Agung Samarinda (20-27 Juni 2010) direkomendasikan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral di Keuskupan Agung Samarinda. Berkenaan dengan rekomendasi tersebut, Uskup Keuskupan Agung Samarinda, Mgr. Sului Florentinus MSF (alm) menetapkan Komitmen Pastoral sebagai Kebijakan Pastoral yang mengikat semua pihak untuk menjalankan karya pastoral guna mendukung upaya pendirian Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral sebagai peningkatan status Kelas Jauh STP-IPI Malang dan Kursus Pendidikan Agama Katolik yang telah terlaksana sejak Juli 2006.

Upaya menindaklanjuti rekomendasi pendirian Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral, Dewan Konsultores Keuskupan Agung Samarinda telah menetapkan pembentukan Tim Persiapan Pendirian Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral dengan mandat utama menyusun Proposal Kajian Kelayakan Pendirian Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral. Proposal Kajian Kelayakan Izin Operasional Sekolah Tinggi Pastoral Bina Insan Samarinda telah dikirim kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, pada tanggal 04 September 2010 sebagai persyaratan untuk mendapatkan izin operasional.

Perkembangan selanjutnya, menindaklanjuti proposal tersebut maka Tim Supervisi Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, melaksanakan supervisi pada tanggal 29-31 Desember 2010, di Samarinda. Hasil supervisi tersebut merekomendasikan perlunya perbaikan dokumen proposal sebelum diterbitkannya izin operasional Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral. Setelah perbaikan dokumen dikirim kembali ke Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, maka Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI menerbitkan SK Izin Operasional STKPK Bina Insan Nomor DJ.IV/Hk.00.5/86/2011, tanggal 30 Juni 2011. Pendirian STKPK Bina Insan tersebut diresmikan oleh Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI pada tanggal 30 Juli 2011 di Samarinda. (*)